Chapter 1.
Jumat, 11 Juli 2014
Selasa, 01 Juli 2014
Prolog novel Dairy Love
Dairy love
Aku
akhir-akhir ini gak sering ngepost ya.Karena ternyata setelah ukk selesai,aku
ada kegiatan lagi.Aku ikut lomba PMR yang jadwal latihannya itu padet
banget.Jadi aku gak sering ngepost deh.Okee deh langsung keintinya aja. Aku mau
buat novel,novel ini sendiri aku terinspirasi dari imajinasiku sendiri,jadi ini
hanya hayalan semat,maklumlah aku kan masih penulis amatiran, jadi kalau ada
kesamaan nama ataupun apa itu aku minta maaf,karena ini sendiri dari hayalan
atau imajinasiku aja.So once again this is just a fantasy story alone.I hope
you like it.
Simak
cerritanya dalam novel yang berjudul “Dairy Love”
Sinopsis
Dia memang
cewek tomboy yang tidak banyak bicara.Tidak seperti dulu waktu masih Smp,Fanya
selalu menjadi pembicara yang handal disetiap debat bahkan apapun itu.Dia
selalu percaya diri,bahkan bergaul
dengan baik.Sekarang dia menutup mulut untuk tidak banyak bicara.Semenjak satu
tahun lalu papanya pergi ke paris karena urusan bisnis.Fanya jadi lebih banyak
meluangkan waktunya dikamarnya daripada harus pergi sekolah.Saat ulang
tahunnya,papanya mengirimkannya sebuah dairy untuk menemani
harinya.Dia mulai berkeinginan sekolah lagi karena dia dan papanya membuat
sebuah janji.Fanya memang cewek tomboy yang tidak pernah tertarik pada
cowok,hingga akhirnya dia bertemu dengan ketua osis di sekolah barunya,dan seorang
penulis amatiran yang mengetahui banyak hal tentang dirinya.Tapi,Fanya juga
selalu mengalami masalah karena harus bertemu lagi dengan teman SMPnya dulu
yang benar-benar membencinya.Lembaran demi lembaran di dairynya selalu
terisi,hingga janji antara dia dan papanya bisa terpenuhi.Fanya harus merawat
dairy itu dengan baik sampai papanya kembali.
Tuh dia sinopsisnya Dairy Love.
Penasaran
kan sama karakternya masing-masing? (Yaiyalah) :D Oke deh kalo gitu
silaq(silahkan) dibaca lagi
Prolog
Fanya Aziara Mutiara
Fanya,cewek
tomboy yang masih kelas 2 SMA.Awalnya Fanya orang yang percaya diri,ceria dan
terbuka.Tapi,setelah papanya pergi ke luar negri,dia menjadi tertutup dan bahkan
sempat berhenti seekolah.Karena sebuah janji antara papanya,dia harus terus
menjaga dairy yang diberikan papanya padanya.
Fito Egirga Putra
Cowok
putih,dan tinggi ini adalah ketua osis disekolahnya, SMA Akbi.Irga sangat
popular dikalangan cewek-cewek.Tidak salah, semua wanita tergila-gila padanya
selain memiliki wajah yang ganteng dia juga ramah,suka senyum dan sangat baik
pada semua orang.Selain itu,Irga sangat baik dalam memimpin.Dia selalu tegas
dan berprinsip tetap pada keputusannya.
Anggia Inanta
Ina,cewek
cantik,ramah dan baik ini adalah wakil ketua osis SMA Akbi,dia juga sahabat Fanya,Ina selalu membantu Fanya dalam
kesulitan sehingga mereka menjadi dekat.Ina sangat ramah pada semua
orang,sehingga menjadi idaman para cowok-cowok disekolahnya,tapi sayang Ina
sudah punya orang yang dia pilih namanya Hendra,ketua tim basket di SMA Akbi.
Lola Andia Ningrat
Lola cewek
sombong dan mau menang sendiri ini adalah ketua geng cewek kece di SMA
Akbi.Lola selalu bertindak semaunya dengan geng kecenya.Lola adalah salah satu
pewaris sekolah Akbi,karena kakeknya adalah ketua yayasan di SMA Akbi.Lola
sangat menyukai Irga, dan satu-satunya orang yang tidak bisa dia lawan
disekolahnya adalah Irga.
Gyan Herza Willy
Erza cowok
tinggi,tidak banyak bicara dan cuek ini adalah sahabat terbaik Hendra.Dia salah
satu kreativitas terkenal di SMA Akbi.Banyak cewek disekolahnya yang
menyukainya dan mengaguminya karena selain tinggi dan berkreativitas tinggi,Erza
juga cowok yang sebenarnya keren,tapi dia tidak pernah peduli dengan orang yang
menyukainya,karena dia hanya tertarik pada satu orang wanita disekolahnya.
Itu dia
perkenalan dari karakter tokoh-tokoh Dairy love.
Yang lainnya dibaca diceritanya aja ya J
Oke deh
nantikan novel terbaruku ini Dairy Love kisah arti dari sifat dan karakter masing-masing menjadi
diri sendiri lebih baik daripada mengubah diri sendiri menjadi orang lain J
Thanks for visit. Hope you will olways stay in my bog :)
Jumat, 06 Juni 2014
The Story
The Story of Goldilocks and the Three Bears
Once
upon a time, there was a little girl named Goldilocks. She went for a
walk in the forest. Pretty soon, she came upon a house. She knocked
and, when no one answered, she walked right in.At the table in the kitchen, there were three bowls of porridge. Goldilocks was hungry. She tasted the porridge from the first bowl.
"This porridge is too hot!" she exclaimed.
So, she tasted the porridge from the second bowl.
"This porridge is too cold," she said
So, she tasted the last bowl of porridge.
"Ahhh, this porridge is just right," she said happily and she ate it all up.
After she’d eaten the three bears’ breakfasts she decided she was feeling a little tired. So, she walked into the living room where she saw three chairs. Goldilocks sat in the first chair to rest her feet.
"This chair is too big!" she exclaimed.
So she sat in the second chair.
"This chair is too big, too!" she whined.
So she tried the last and smallest chair.
"Ahhh, this chair is just right," she sighed. But just as she settled down into the chair to rest, it broke into pieces!
Goldilocks was very tired by this time, so she went upstairs to the bedroom. She lay down in the first bed, but it was too hard. Then she lay in the second bed, but it was too soft. Then she lay down in the third bed and it was just right. Goldilocks fell asleep.
As she was sleeping, the three bears came home.
"Someone’s been eating my porridge," growled the Papa bear.
"Someone’s been eating my porridge," said the Mama bear.
"Someone’s been eating my porridge and they ate it all up!" cried the Baby bear.
"Someone’s been sitting in my chair," growled the Papa bear.
"Someone’s been sitting in my chair," said the Mama bear.
"Someone’s been sitting in my chair and they’ve broken it all to pieces," cried the Baby bear.
They decided to look around some more and when they got upstairs to the bedroom, Papa bear growled, "Someone’s been sleeping in my bed,"
"Someone’s been sleeping in my bed, too" said the Mama bear
"Someone’s been sleeping in my bed and she’s still there!" exclaimed Baby bear.
Just then, Goldilocks woke up and saw the three bears. She screamed, "Help!" And she jumped up and ran out of the room. Goldilocks ran down the stairs, opened the door, and ran away into the forest. And she never returned to the home of the three bears.
THE END
Sabtu, 31 Mei 2014
Friday Is Good Day
Gak tau mau ngepost apaan,sekedar mau berbagi pengetahuan aja sih :)Okee deh kalo gitu silak di baca :)
Tau gak sih? hari jum'at itu adalah hari yang ajaib? hehe...bilang aja begitu yak.Mungkin kebanyakan para remaja suka hari minggu,yaiyalah...selain gak belajar,malamnya bisa ketemuan ama beb nya masing-masing.Termasuk gw,eit..tpi bukan ketemu beb(pcar) cuma seneng karena gak ada beban belajar aja (jangan ditiru) :D #plaak malah curhat :D Okee deh lanjut aja yak.
Kenapa gw bilang hri jum'at itu hari ajaib? karena hari itu adalah hari dimana doa' doa' mudah dikabulkan... (bunda gw bilang begitu).Awalnya gw sih biasa aja nanggepinnya,gw pikir gak cuma hari jum'at aja tuh do'a kita bakal manjur,hari yg lain kan banyak.Tapi pada saatnya ada kejadian yang menimpa tetangga gw,katanya anaknya gak lulus SMP,padahal anaknya alias paman gw sendiri,dia pinter,rajin,gak nakal juga tuh.Semua orang pada heran dan yang jelas mereka semua pada cry,cry,ya termasuk gw lah.Gw bener-bener gak nyangka,kesedihan mulai meliputi gw dan keluarga yg lainnya.Dan akhirnya gw berdoa,gw minta sungguh-sungguh sama allah biar semua berita itu cuma hoax belaka.Ayah gw pergi ke sekolah paman gw buat mastiin lagi, dan...hasilnya alhamdulillah itu semua cuma hoax karena kesalahan teknis semata :D Syukur deh :) Dan pada saat itu gw percaya kalo semua yg dibilang bunda gw itu bener,kalo hari jum'at itu hari yang ajaib.Makaknya akhir-akhir ini jadwal gw keboking klo hari jum'at sama kegiatan-kegiatan keagamaan :) Percaya atau gak,gw udah coba.Tapi saran gw,kita jangan cuma berdoa hari jum'at aja karena gw bilang begitu.. :D Berdoa itu kapan aja,allah kan baik pasti di kabulin kok kalo kita mintanya dengan sungguh-sungguh :)
Oke deeh guys gw udah selesai nih ceramahnya (ala ustazah gaul) :D Semoga bermanfaat :)
Teks Drama Guruku Orangtuaku
Ada yang
nyari teks drama.Kali ini aku mau ngeshare teks drama atau cerbung singkat
yang udah aku buat sendiri.Awalnya aku
juga bingung,harus nyari teks drama dimana kalo temanya itu *Menghormati guru
dan orang tua*mana tugas ini mau dipraktikkan berkelompok lagi.Aku udah cari
beberapa kali di internet,tapi hasilnya tetap aja nihil alias gak ada.Gak ada
disini maksudku,gak ada yang cocok,gak ada yang menyentuh *menurutku*.Jadi,aku
inisiatif buat cerita sendiri.Selain niatku mau dapat tambahan nilai,juga buat
nambah pengalamanku dalam menulis.Dan setelah kami latihan dengan teks drama yang
aku buat,kami pun mempraktikkannya,dan alhasil guru terpukau,dan malah berniat
menampilkan kami di atas panggung.Tidak sampai disitu aja,ternyata teks drama
ku itu disebarkn keseluruh kelas 7 untuk dijadikan bahan
pembelajaran.Waah…itulah yang membuatku sangat senang,dan itu juga memotivasiku
untuk terus menulis.Ya sudah dari pada aku ngoceh terus,mending langsung aja
yuk dibaca.
MEMPERSEMBAHKAN……
Fitria dan kawan-kawan.. VII-6
*
*
*
*
*
Tema : Menghormati guru dan orangtua
Judul : Guruku
orangtuaku
1.Tokoh utama
- Fitria Hanaswari (Anisa) : Baik,pintar,dan sabar.
- Sulia Hutami (Haliza) :
Sombong, angkuh,dan pemarah.
- Maulidina Hadi Sasmita (Kakek tua) : Baik,dan sabar.
2.Pemeran pembantu
- Faradila Aldona (Aiunun) :Baik dan penantang
- Baiq.Dewi Rahma Hardi (Umi Sodah) : Ramah dan tidak suka
membedakan
- Maia Sofwatunnisa (Abi Harun) : Bijaksana
- Halimatuz Zakrah (Siti) :Baik dan penantang
3. Narator
- Lale Ziadati Rahma Salsabila
(Adegan 1)
Siang itu di pesantren Al mukmin,cuaca begitu panas.Terlihat
seoang kakek tua berkulit hitam,dan berpakaian compang-camping berdiri di depan
gerbang pesantren.Tidak lama kemudian,seorang santri wati yang sedang bernyanyi
dengan riangnya melihat kakek tua tersebut.Santri wati tersebut kelihatan
keheranan,oleh karena itu ia pun menghampiri si kakek tua dan bertanya “Kakek
siapa?” Hinga terjadilah pembicaraan antara sikakek tua dan santri wati
tersebut. ”Assalammu’alaikum,sebelum menyapa kiranya ucaplah salam nak” Sikakek
tua itu melempar senyuman tulus pada si santri.Akan tetapi,santri wati itu
kelihatan tidak suka dengan ceramah singkat dari kakek tua itu. “Hemm..iya
sih,tapi gak usah ceramah juga keless!! Saya kan cuma tanya,kakek itu
siapa?terus ada apa datang ke pesantren ini?” Kini santri wati itu mengeluarkan
suara dengan nada tinggi,sesuai dengan wajahnya yang kelihatan angkuh dan
sombong. “Izinkanlah kiranya kakek bertemu dengan guru besar di pesantren ini
“. Mendengar maksud kedatangan kakek tua itu,santi wati pun terkejut. “Apa?enak
sekali kakek ini bicara,lihat penampilan kakek!Udah bau,urakan kayak gembel.Dan
dengan keadaan seperti ini,kakek mau menemui Abi dan Umi? Nyadar dong!!Lebih
baik sekarang juga kakek pergi dari pesantren ini!!” Tidak disangka kata-kata
yang keluar dari mulut santri itu begitu tajam.Akan tetapi kakek tua itu sama
sekali tidak kelihatan marah,kakek tua itu terus tersenyum pada si
santri.Senyuman kakek tua itu membuat santri wati itu merasa sangat
jengkel.Kini ia mengira kakek tua itu adalah orang gila.Suara santri wati itu
saatlah besar sampai-sampai terdengar oleh dua orang santri yang berada di
kejauhan sana.Kedua santri itupun menghampiri sikakek tua dan santri wati
tersebut, lalu mereka berdua kompak memberi salam. “Assalammu’alaikum” Sikakek
tua itu menjawab salam dengan seperti biasa yaitu dengan selau tersenyum,akan
tetapi santri wati itu menjawab dengan nada yang meremeh. “Haliza,ada apa
ini?Kami dari kejauhan sana mendengar ada keributan disini.” Salah seoarang
santri yang bernama Anisa pun bertanya pada Haliza,santri wati yang baru saja
marah-marah itu.”Sudah lah Anisa jangan ikut campur masalah ini! Apakah kau tau,kakek
tua ini adalah orang gila yang ingin meneror pesantren ini.Dia itu bau,kamu mau
pesantren kita ini tercemar cuma gara-gara kakek tua yang gak jelas ini!”
Kini Haliza membentak-bentak Anisa,dan mencela kakek tua
itu.Mendengar perkataan Haliza,salah satu teman Anisa yaitu Ainun pun tak tahan
bicara “Hei Haliza.Tidak sepantasnya seorang santri, berbicara kasar terhadap
oranglain,terlebih lagi orang tua!!” Anisa pun mencoba untuk menenangkan Ainun.
“Ainun sudahlah,kita harus tetap tenang dan selalu sabar” Mendengar kata-kata
Anisa,Haliza pun menjadi sangat jengkel.”Heh,kalian itu sama saja.Hei Anisa
jangan sok pinter kamu,mentang-mentang kamu anak kandung abi dan umi terus kamu
seenak-enaknya ceramahin saya.Dasar sombong!” Setelah berkata demikian Haliza
pun pergi meninggalkan mereka bertiga. “Sungguh tidak mempunyai sopan
santun!Anisa tidak apa-apa kan?” Ainun sangat marah dengan Haliza. “Anisa tidak
apa-apa Ainun” Anisa hanya bias bersabar,walau mendengar kata-kaa Haliza yang
begitu tajam padanya. “Maaf kalau kedatangan kakek jadi membuat kegaduhan”
Anisa dan Ainun merasa tidak enak terhadap kakek itu “Tidak pak,bukan
begitu.Kalau boleh tau ada keperluan apa kakek datang kemari?”. “Tadinya kakek
ingin menemui abi dan umimu.” Anisa merasa senang mendengar perkataan kakek tua
itu. “Kalau begitu mari kami antar kakek untuk menemui abi dan umi” Kini Anisa
berniat untuk mengantarkan kakek tua itu pada abi dan uminya. “Tidak perlu lagi
nak,karena kakek sudah tau.” Anisa menjadi penasaran apa yang telah diketahui
kakek itu. “Maksud kakek..?”. “Kamu anak yang baik,sifatmu diturunkan dari
kedua orangtuamu.Kalau begitu,kakek pergi”. “Tunggu dulu kek,kalau boleh tau
nama kakek siapa?” Kini Anisa kelihatan sangat serius dengan pertanyaannya.
“Tuan guru Bonang.Assalammu’alaikum” Anisa dan Ainun pun menjawab salam kakek
tua itu dan melihatnya pergi.
* *
* * *
*
(Adegan 2)
Pada waktu sholat zuhur,salah seorang santri wati yaitu Siti
mengurungkn niatnya untuk sholat Karena melihat Haliza.
“Hei Haliza,aku ingin
bicara.” Tanpa banyak bicara,Sitipun menarik tangan Haliza keluar.
“Lepaskan!ada apa?” Haliza kelihatan sangatlah kesal. “Kembalikan buku yang
telah kau pinjam itu!!” ekspresi haliza menjadi kaku.
“Buku?..,oh.. buku yang aku pinjam padamu itu ya.Tidak
ada,buku itu telah aku bakar.Jadi jangan bertanya padaku lagi!” Haliza mencoba
bersikap tenang dan merasa tidak bersalah. “Apa!enteng sekali kamu bicara.Buku
itu milikku,jadi kamu tidak berhak membakarnya.Kamu itu hanya meminjam!”
Mendengar kata-kata terakhir Siti,Haliza jadi marah. “Milikmu?nyadar dong!buku
itu adalah sumbangan dari kedua orangtuaku.Bahkan semua buku-buku di pesantren
ini adalah dari orangtuaku.!” Haliza berteriak keras. “Dasar sombong!Aku yakin
orangtuamu pasti sangat kualahan menghadapi anak sombong dan pemarah
sepertimu.” Siti pun mendorong bahu Haliza.Haliza sangat marah,akhirnya dia
melawan dan mereka jadi berkelahi.Tidak lama kemudian Anisa pun datang untuk
menghentikan perkelahian antara Siti dan Haliza. “Astagfirullahal’azim,kalian
berdua sudahlah!” Akhirnya merekapun berhenti. “Anisa” Siti pun terkejut.
“Mengapa kalian bertengkar?Ini adalah waktu sholat zuhur,apa kalian lebih
meluangkan waktu untuk berkelahi daripada sholat?”. Nada bicara Anisa masih tetap
tenang seperti biasa. “Maafkan kami Anisa,kalau begitu aku sholat dulu.” Tanpa
menghiraukan Haliza,Sitipun beranjak sholat. “Sebaiknya kamu juga pergi sholat
Haliza,waktu zuhur akan segera habis. Assalammu’alaikum.” Anisa pun pergi
meninggalkan Haliza yang kelihatan kesal,dan urakan.
* *
* * *
*
(Adegan 3)
Keesokannya.semua anak-anak pesantren harus bangun sangat
awal.
“Umi..” di depan dapur pesantren,Haliza bertemu dengan seorang
wanita yang ia panggil dengan sebutan umi.Wanita itupun menoleh kearah
panggilan tersbut. “Haliza,ada apa kamu memanggil umi ?” Suara wanita itu
begitu lembut dan halus. “Haliza hanya ingin bertanya,umi ada apa
kedapur?Biasanya kan disini ada bu Nis yang memasak.” Mendengar kata-kata
Haliza wanita yang dipanggil umi itu pun tersenyum “Umi kesini berniat menemui
bu Nis.Tetapi bu Nis sedang pergi” Haliza meras kesal,entah apa yang membuatnya
seperti itu. “Bagaimana bisa bu Nis tidak ada disini.Sedangkan umi sudah
menunggu dari tadi sendiri!!”.Walaupun wajah Haliza menunjukkan ekspresi yang
benar-benar kesal,tetapi umi tetap tersenyum. “Sudahlah..umi bisa pergi ke
pasar sendiri.”
Haliza mulai mengerti,
mengapa umi ingin menemui bu Nis.Dalam hatinya seraya berkata (“Ini adalah
kesempatanku untuk merebut hati umi.”) “Kalau begitu,biarlah Haliza yang pergi
umi.Haliza mohon, umi jangan menolak.Haliza tidak ingin umi lelah” . “Apakah nak
Haliza sudah yakin,ingin pergi?” Umi bertanya pada Haliza untuk meyakinkan.
“Tentu saja umi,haliza kan sayang pada umi.” Lagi-lagi umi tersenyum
“Baiklah,kalau begitu Anisa akan menemanimu.Sebentar dulu,umi akan memanggil
Anisa”.Umi pun pergi meninggalkan Haliza,Haliza tetap tersenyum walaupun dia
sangat tidak suka karena Anisa akan menemaninya kepasar.
* *
* * *
*
(Adegan 4)
Setelah membeli bahan-bahan yang dibutuhkan,mereka pun pulang
beranjak ke pesantren.Tiba-tiba Haliza berhenti,ia melihat Anisa dibelakangnya
tengah kelelahan membawa semua barang-barang belanjaan terebut.Tetapi Haliza
sama sekali tidak memperdulikannya,ia malah senang dan merasa puas.Tidak lama kemudian,mereka berduapun sampai di depan
pintu pesantren.“Berikan semua belanjaan itu padaku!” Tiba-tiba Haliza meminta
semua belanjaan yang telah dibawa Anisa itu setelah sampai pesantren. “Tidak
apa-apa,biar saya saja yang membawanya.” Tidak memiliki niat apapun Anisa malah
tersenyum. “Hei Anisa,aku tau kenapa kamu ingin terus membawanya.Agar umi dan
abi menyanjungimu,dan memarahiku kan.!” Anisa terkejut mengapa Haliza berpikiran
seperti itu padanya. “Astagfirullahal’azim Haliza mengapa kamu berpikiran
seperti itu?Saya tidak ada niat sediitpun untuk melakukan hal seperti itu.”Kini
Anisa terus menatap Haliza yang ada didepanya. “Kau ingin tau,kenapa aku selalu
membencimu Anisa?.Karena aku iri,aku iri kau memiliki abi dan umi yang begitu
menyayangimu.Sedangkan aku dibuang,aku tidak diinginkan lagi dikeluargaku.”
Anisa semakin terkejut mendengar apa yang dikatakan Haliza. “Apa yang membuatmu
berpikiran seperti itu?kedua orangtuamu sangatlah menyayangimu Haliza,layaknya
abi dan umi menyayangimu.” “Kamu tahu apa?kamu tidak tau apa-apa!,yang aku
inginkan sekarang abi dan umi lebih menyangiku dibandingkan Kamu Anisa!!”
Haliza membentak Anisa. “Sudah,hentikan semua ini!!.
Dari arah belakang,abi dan umi datang bersamaan dan ditemai
oleh Ainun dan kakek tua,yaitu tuan guru bonang. “Uumi,aabi.kakek tua itu…”
“Benar,kakek ini adalah guru abi dan umi waktu dulu di pesantren sekaligus
orang yang telah kamu cac i maki lalu mengusirnya.” Haliza tidak tau harus
berbicara apa lagi,ia syok dan terkejut dan kini dia merasa ketakutan. “Abi,umi
bukan begitu,Haliza tidak bermaksud..” “Sudah Haliza! Abi dan umi sudah tau
semuanya”Abi memotong pembicaraan Haliza. Ainun menuduk melihat Haliza yang
kelihatan akan menangis ketika abi memarahinya,dan ia juga merasa
bersalah,karena dialah yang menceritakan semua yang terjadi selama ini. “Abi,
Haliza minta maaf abi,Haliza salah.” Haliza terus meminta maaf sambil berlutut
pada abi. “Bangunlah nak,kamu tidak boleh seperti ini!” Abi sangat tidak tega
melihat anak asuhnya seperti itu. “Anisa mohon abi,maafkanlah Haliza,setiap
manusia pasti bisa melakukan kesalahan” Melihat anisa yang membela Haliza,tuan
guru bonang tersenyum,abi pun meliha tuan guru bonang yang
mengangguk.”Baiklah,tapi berjanjilah kamu tidak akan melakukan hal yang bodoh
lagi.Dan kamu harus meminta maaf pada semua orang yang telah kamu zalimi.”
Haliza pun sangat senang mendengar abi ingin memaafkannya. “Baik abi,Haliza
akan berubah,Haliza janji pada abi,umi,Kakek,Anisa,Ainun,dan semua orang
terutama pada diri Haliza sendiri kalau Haliza akan berubah menjadi pribadi
yang lebih baik lagi.Dan Haliza minta maaf pada semua orang yang telah Haliza
sakiti.Terutama kakek dan Anisa.” Semuanya tersenyum karena Haliza masih mau
menyadari klesalahannya.Kakek pun mengangguk sambil tersenyum,begitupun dengan
Anisa.Lalu merekapun berpelukan…
Happy
ending…..
Pengarang : Fitria
hanaswari
Pesan
Moral:
1.
Janganlah menyimpan rasa iri hati terhadap orang lain,karena itu akan
merugikan oranglain dan terutama diri
sendiri.
2.
Hormatilah orang lain,terlebih lagi orang yang lebih tua.
3.Janganlah
menjadi pribadi yang pemarah dan mau
menang sendiri.
4.Selalu
bisa bersabar dan tidak mudah terpengaruh.
5.Selalu
berpikiran positif terhadap orang lain.
Hem hem
hem…itu dia tuh…. Cerbung dariku.Okee deh, terimakasih atas kunjungnnya :)
Langganan:
Postingan (Atom)
