Jumat, 11 Juli 2014

Dairy Love (Chapter 1)



Chapter 1.

First

“Tok,tok,tok” Suara ketukan pintu membuat gadis berambut sebahu itu terbangun dari tidurnya.Dia membuka pintu dan melihat wanita tua yang agak gemuk didepannya.
“Maaf non,ibu ingin non Fanya keruang keluarga.” Wanita tua itu,tidak lain adalah slah satu pembantunya  berbicara formal pada gadis yang ada didepannya itu.Tetapi gadis itu hanya setengah mengangguk lalu menutup pintu tanpa bicara apapun.
Tidak lama kemudian,gadis yang bernama Fanya itu menuruni tangga dan disambut oleh banyak orang lalu duduk menghadap wanita yang agak tua didepannya.Wanita tua itu menghampiri Fanya dan mencium keningnya
  “Selamat ulang tahun sayang,mama sayang sama kamu.” Semua orang yang ada dirumah itu bertepuk tangan mendengar majikannya mengucapkan ucapan ulang tahun pada nona mereka.Ada sekitar sembilan orang dirumah yang besar itu.Tujuh dari mereka adalah pembantu rumah,dan dua lainnya adalah Fanya dan mamanya.Setelah mengucapkan ucapan ulang tahun,merekapun menyiapkan kue yang  diatasnya terdapat dua buah lilin angka 16.Semua orang tersenyum dan tertawa karena melihat Fanya yang sangat jarang untuk keluar kamarnya,tetapi ekspresi Fanya selalu datar. 
 “Aku gak butuh semua ini!.”Tiba-tiba kata-kata itu keluar dari mulut Fanya sendiri yang mengheningkan suasana dan melenyapkan senyuman semua orang yang ada disana. “Fanya,mama tau dihari ini kamu pasti ingin papa kamu hadir.Tapi apa belum cukup,semua orang hadir disini buat menghibur kamu.Jadi jangan pernah kamu bilang kalau kami semua gaak berguna dan kamu gak butuh kami.Kami juga sayang sama kamu seperti papa kamu.”Mama Fanya mulai menitikkan air mata.Fanya sangat menyesal karena telah membuat mamanya menangis,oleh karena itu dia mencoba membuang muka agar tidak terlihat sedih.“Non,ini dari kami semua.Maaf kalau isinya tidak bagus,karena ini juga tidak mahal.” Salah satu pembantu laki-laki mengulurkan bingkisan yang membuat Fanya dan mamanya terpaku oleh bingkisan itu.
  “Kami semua ingin,non Fanya bisa ceria seperti dulu lagi,bisa cerita-cerita kekita seperti dulu lagi.Pak mamang masih ingat dulu seetiap pulang latihan basket,non Fanya selalu meminta pak mamang mendengarkan cerita non.”Salah satu pembantu laki-laki yang merupakan tukang kebunnya dengan sedih mengucapkan kata-kata yang nyaris membuat Fanya menangis.“Iya non” Semuanya serempak mengucapkan kata itu.Kini Fanya benar-benar tidak bisa menahan tangisnya,ia pun pergi begitu saja menuju kamarnya. “terimakasih,kalian sudah peduli sama Fanya” Semua pembantu sangat sedih melihat mama Fanya yang masih lemas. “ibuk tidak apa-apa?,kami semua juga sangat ingin non Fanya bisa seperti dulu lagi”

 ==

Kegelapan pun menelan cahaya.Kini hari sudah mulai malam,suasana dirumah Fanya benar-benar sunyi seperti tidak ada penghuni disana. “Tok,tok,tok” lagi-lagi suara ketukan pintu menyadarkan Fanya dari kesendiriannya. “Fanya,buka pintunya mama mau bicara” Suara mama Fanya dari luar pintu,membuat Fanya ragu-ragu membukakan pintu.Akan tetapi,Fanyal  memilih membukakan mamanya pintu dan memasuki kamarnya.Suasana kamar Fanya sangat hening dan  sunyi.Mamanya membawa tiga bingkisan kekamar Fanya,lalu ia meletakkannya di meja belajar Fanya. “Kamu lihat tiga bingkisan itu?.Yang warna biru dari semua pembantu dirumah ini,yang warna hijau dari mama,dan yang warna merah muda itu dari papa kamu”. Mendengar kata terakhir mamanya,Fanya menjadi terkejut dan mulai terpaku pada sebuah bingkisan yang berwarna merah muda,tidak lain adalah bingkisan dari papanya.Tetapi,Fanya hanya diam terpaku saja tanpa bicara. Fanya,mama sayang…banget sama kamu.Bukan cuma papa aja,tapi semua orang dirumah ini  juga sayang sama kamu.Kita semua ingin kamu kembali Kediri kamu yang dulu.”Mendengar ucapan mamanya,Fanya  memalingkan muka sambil menunduk. “Mama gak suka sikap kamu kayak tadi.Mama gak mau cuma karena papa kamu,kamu jadi orang yang egois.Kalau kamu kayak gini terus,lebih baik kita nyusul papa kamu ke paris.Mama udah gak kuat lihat kamu kayak gini terus.” Lagi-lagi mama Fanya menangis.Fanya memang cewek tomboy,akan tetapi dia juga bisa menangis jika melihat orang yang paling dia sayangi menangis.
Suasana dikamar Fanya saat itu menjadi agak ramai dengan suara isakan mama Fanya.”tok,tok,tok” lagi-lagi suara ketukan pintu kamar Fanya terdengar. “Permisi non,ada telpon dari  bapak” Ternyata itu adalah salah satu pembantu rumahnya. “S-sambungin aja” Suara Fanya terdengar kaku saat mendengar ada telpon dari papanya.Setelah mendengar itu juga,mama Fanya pun pergi meninggalkan Fanya bicara berdua dengan papanya lewat telepon.

(Pembicaraan Fanya dengan papanya di telpon)
“Fanya..,udah buka bingkisan dari papa?” “hiks,hiks” suara itu,terdengar dari mulut Fanya,kini dia sudah tidak dapat menahan apa yang dia rasakan. “Fanya,kamu nangis? Kamu kenapa sayang?”Kini suara papanya terdengar kahwatir.” “Ini semua gara-gara papa.Fanya gak tau harus benci atau gak sama papa.Semuanya gara-gara papa.Hiks,hiks” Kini Fanya meluapkan semua emosinya,apa yang dia pendam kini semuanya telah ia ungkapkan pada papanya. “Fanya,papa minta maaf ya.Papa janji, papa akan cepat pulang.Tapi Fanya juga harus janji sama papa,kalau Fanya harus sekolah lagi.Papa gak mau Fanya jadi putri papa yang bodoh.”Kini papanya juga meluapkan semua apa yang ingin dia katakan pada putrinya selama ini. “Fanya denger papa  ya,kalau Fanya mau papa cepat pulang Fanya lihat bingkisan yang papa kasih dan  Fanya harus menjaga itu sampai papa pulang  dan gunakan itu untuk menemani hari Fanya .Dan Fanya juga harus turutin semua kata-kata mama.Fanya bisa kan janji sama papa?” Suara tangisan Fanya berhenti mendengar nasihat papanya. “Fanya janji pa,papa juga harus bisa nepatin janji itu.” Suasana hati antara ayah dan anak ini pun mulai tenang. “Yaudah,kamu harus cepat tidur,besok Fanya harus mulai sekolah.” Percakapan antara anak dan ayah dari telepon itupun selesai.
Beberapa menit kemudian,Fanya berniat membuka semua bingkisan itu.Dimulai dari bingkisan berwarna biru yang isinya setelah dibuka adalah sebuah bola basket berwarna oranye dan sepucuk surat.Fanya pun mulai membaca surat itu.
Kepada nona kita yang paling cantik dan ceria.
Non Fanya,kita semua mengucapkan selamat ulang tahun.Semoga semua do’a-do’a non Fanya bisa dikabulkn dengan mudah.Mungkin hadiahnya tidak bagus,karena itu juga tida k mahal.Kami ingat,dulu non Fanya angat suka bermain basket,setelah puulang bermain basket,non Fanya selalu bercerita kepada kami semua tentang kesenangan non.Tapi kami juga sedih,karena semenjak tuan pergi,non selalu mengurung diri di kamar.Non Fanya jarang bicara dan bahkan sangat tidak bersemangat seperti dulu.Kami ingin non Fanya seperti dulu lagi,selalu ceria dan bersemangat.Kami akan selalu setia sama non Fanya.Semoga sikap non bisa kembali lagi.Maaf kalau tulisan tangan pak parjo jelek.
Dari kami semua.
Fanya sangat tersentuh juga ingin tersenyum membaca surat dari pembantu-pembantunya itu.Selanjutnya,Fanya mencoba membuka bingkisan yang berwarna hijau tidak lain adalah bingkisan dari mamanya.Stelah membukanya,ternyata isinya adalah sebuah jam bangun kecil yang gambarnya adalah foto keluarga Fanya.Ada dia,mamanya,papanya,dan seorang laki-laki yang agak tua  darinya.Setelah melihatnya mata Fanya pun mulai berkaca-kaca dan dalam hatinya berkata “Apa yang udah kamu lakuin Fanya.Kenapakamu jadi kacau kayak gini.Kenapa kamu jadi orang yang egois Fanya.Egois,benar-benar egois”.Setelah itu  Fanya pun membuka bingkisan dari papanya itu,dan ernyata isinya adalah sebuah dairy merah muda yang manis dan benar-benar indah.Tiba-tiba,ia teringat kata-kata papanya “Fanya harus menjaga itu sampai papa pulang”.Tak tau apa yang dia pikirkan,setelah itupun Fanya berlari keluar darikamarnya keruang makan keluarga yang disana mamanya sedang makan malam ditemani empat pembantu rumahnya. “Fanya mau sekolah lagi” Semua orang yang ada disana tentunya sangat terkejut dengan kehadiran Fanya,ditambah lagi mendengar ucapan Fanya yang benar-benar tidak terduga.Malam itu,semuanya penuh dengan kejutan.

***Bersambung***

Dinantikan ya chapter kedua nya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar