Sabtu, 31 Mei 2014

Friday Is Good Day

Gak tau mau ngepost apaan,sekedar mau berbagi pengetahuan aja sih :)
Okee deh kalo gitu silak di baca :)

Tau gak sih? hari jum'at itu adalah hari yang ajaib? hehe...bilang aja begitu yak.Mungkin kebanyakan para remaja suka hari minggu,yaiyalah...selain gak belajar,malamnya bisa ketemuan ama beb nya masing-masing.Termasuk gw,eit..tpi bukan ketemu beb(pcar) cuma seneng karena gak ada beban belajar aja (jangan ditiru) :D #plaak malah curhat :D Okee deh lanjut aja yak.
Kenapa gw bilang hri jum'at itu hari ajaib? karena hari itu adalah hari dimana doa' doa' mudah dikabulkan... (bunda gw bilang begitu).Awalnya gw sih biasa aja nanggepinnya,gw pikir gak cuma hari jum'at aja tuh do'a kita bakal manjur,hari yg lain kan banyak.Tapi pada saatnya ada kejadian yang menimpa tetangga gw,katanya anaknya gak lulus SMP,padahal anaknya alias paman gw sendiri,dia pinter,rajin,gak nakal juga tuh.Semua orang pada heran dan yang jelas mereka semua pada cry,cry,ya termasuk gw lah.Gw bener-bener gak nyangka,kesedihan mulai meliputi gw dan keluarga yg lainnya.Dan akhirnya gw berdoa,gw minta sungguh-sungguh sama allah biar semua berita itu cuma hoax belaka.Ayah gw pergi ke sekolah paman gw buat mastiin lagi, dan...hasilnya alhamdulillah itu semua cuma hoax karena kesalahan teknis semata :D Syukur deh :) Dan pada saat itu gw percaya kalo semua yg dibilang bunda gw itu bener,kalo hari jum'at itu hari yang ajaib.Makaknya akhir-akhir ini jadwal gw keboking klo hari jum'at sama kegiatan-kegiatan keagamaan :) Percaya atau gak,gw udah coba.Tapi saran gw,kita jangan cuma berdoa hari jum'at aja karena gw bilang begitu.. :D Berdoa itu kapan aja,allah kan baik pasti di kabulin kok kalo kita mintanya dengan sungguh-sungguh :)
Oke deeh guys gw udah selesai nih ceramahnya (ala ustazah gaul) :D Semoga bermanfaat :)

Teks Drama Guruku Orangtuaku



Ada yang nyari teks drama.Kali ini aku mau ngeshare teks drama atau cerbung singkat yang  udah aku buat sendiri.Awalnya aku juga bingung,harus nyari teks drama dimana kalo temanya itu *Menghormati guru dan orang tua*mana tugas ini mau dipraktikkan berkelompok lagi.Aku udah cari beberapa kali di internet,tapi hasilnya tetap aja nihil alias gak ada.Gak ada disini maksudku,gak ada yang cocok,gak ada yang menyentuh *menurutku*.Jadi,aku inisiatif buat cerita sendiri.Selain niatku mau dapat tambahan nilai,juga buat nambah pengalamanku dalam menulis.Dan setelah kami latihan dengan teks drama yang aku buat,kami pun mempraktikkannya,dan alhasil guru terpukau,dan malah berniat menampilkan kami di atas panggung.Tidak sampai disitu aja,ternyata teks drama ku itu disebarkn keseluruh kelas 7 untuk dijadikan bahan pembelajaran.Waah…itulah yang membuatku sangat senang,dan itu juga memotivasiku untuk terus menulis.Ya sudah dari pada aku ngoceh terus,mending langsung aja yuk dibaca.

MEMPERSEMBAHKAN…… Fitria dan kawan-kawan..  VII-6

*

*

*

*

*


                     Drama kelas VII.6

Tema : Menghormati guru dan orangtua
Judul  : Guruku orangtuaku
                                                                       
1.Tokoh utama
- Fitria Hanaswari (Anisa) : Baik,pintar,dan sabar.
- Sulia Hutami (Haliza) :  Sombong, angkuh,dan pemarah.
- Maulidina Hadi Sasmita (Kakek tua) : Baik,dan sabar.

2.Pemeran pembantu
- Faradila Aldona (Aiunun) :Baik dan penantang
- Baiq.Dewi Rahma Hardi (Umi Sodah) : Ramah dan tidak suka membedakan
- Maia Sofwatunnisa (Abi Harun) : Bijaksana
- Halimatuz Zakrah (Siti) :Baik dan penantang

3. Narator
- Lale Ziadati Rahma Salsabila



   (Adegan 1)
Siang itu di pesantren Al mukmin,cuaca begitu panas.Terlihat seoang kakek tua berkulit hitam,dan berpakaian compang-camping berdiri di depan gerbang pesantren.Tidak lama kemudian,seorang santri wati yang sedang bernyanyi dengan riangnya melihat kakek tua tersebut.Santri wati tersebut kelihatan keheranan,oleh karena itu ia pun menghampiri si kakek tua dan bertanya “Kakek siapa?” Hinga terjadilah pembicaraan antara sikakek tua dan santri wati tersebut. ”Assalammu’alaikum,sebelum menyapa kiranya ucaplah salam nak” Sikakek tua itu melempar senyuman tulus pada si santri.Akan tetapi,santri wati itu kelihatan tidak suka dengan ceramah singkat dari kakek tua itu. “Hemm..iya sih,tapi gak usah ceramah juga keless!! Saya kan cuma tanya,kakek itu siapa?terus ada apa datang ke pesantren ini?” Kini santri wati itu mengeluarkan suara dengan nada tinggi,sesuai dengan wajahnya yang kelihatan angkuh dan sombong. “Izinkanlah kiranya kakek bertemu dengan guru besar di pesantren ini “. Mendengar maksud kedatangan kakek tua itu,santi wati pun terkejut. “Apa?enak sekali kakek ini bicara,lihat penampilan kakek!Udah bau,urakan kayak gembel.Dan dengan keadaan seperti ini,kakek mau menemui Abi dan Umi? Nyadar dong!!Lebih baik sekarang juga kakek pergi dari pesantren ini!!” Tidak disangka kata-kata yang keluar dari mulut santri itu begitu tajam.Akan tetapi kakek tua itu sama sekali tidak kelihatan marah,kakek tua itu terus tersenyum pada si santri.Senyuman kakek tua itu membuat santri wati itu merasa sangat jengkel.Kini ia mengira kakek tua itu adalah orang gila.Suara santri wati itu saatlah besar sampai-sampai terdengar oleh dua orang santri yang berada di kejauhan sana.Kedua santri itupun menghampiri sikakek tua dan santri wati tersebut, lalu mereka berdua kompak memberi salam. “Assalammu’alaikum” Sikakek tua itu menjawab salam dengan seperti biasa yaitu dengan selau tersenyum,akan tetapi santri wati itu menjawab dengan nada yang meremeh. “Haliza,ada apa ini?Kami dari kejauhan sana mendengar ada keributan disini.” Salah seoarang santri yang bernama Anisa pun bertanya pada Haliza,santri wati yang baru saja marah-marah itu.”Sudah lah Anisa jangan ikut campur masalah ini! Apakah kau tau,kakek tua ini adalah orang gila yang ingin meneror pesantren ini.Dia itu bau,kamu mau pesantren kita ini tercemar cuma gara-gara kakek tua yang gak jelas ini!”
Kini Haliza membentak-bentak Anisa,dan mencela kakek tua itu.Mendengar perkataan Haliza,salah satu teman Anisa yaitu Ainun pun tak tahan bicara “Hei Haliza.Tidak sepantasnya seorang santri, berbicara kasar terhadap oranglain,terlebih lagi orang tua!!” Anisa pun mencoba untuk menenangkan Ainun. “Ainun sudahlah,kita harus tetap tenang dan selalu sabar” Mendengar kata-kata Anisa,Haliza pun menjadi sangat jengkel.”Heh,kalian itu sama saja.Hei Anisa jangan sok pinter kamu,mentang-mentang kamu anak kandung abi dan umi terus kamu seenak-enaknya ceramahin saya.Dasar sombong!” Setelah berkata demikian Haliza pun pergi meninggalkan mereka bertiga. “Sungguh tidak mempunyai sopan santun!Anisa tidak apa-apa kan?” Ainun sangat marah dengan Haliza. “Anisa tidak apa-apa Ainun” Anisa hanya bias bersabar,walau mendengar kata-kaa Haliza yang begitu tajam padanya. “Maaf kalau kedatangan kakek jadi membuat kegaduhan” Anisa dan Ainun merasa tidak enak terhadap kakek itu “Tidak pak,bukan begitu.Kalau boleh tau ada keperluan apa kakek datang kemari?”. “Tadinya kakek ingin menemui abi dan umimu.” Anisa merasa senang mendengar perkataan kakek tua itu. “Kalau begitu mari kami antar kakek untuk menemui abi dan umi” Kini Anisa berniat untuk mengantarkan kakek tua itu pada abi dan uminya. “Tidak perlu lagi nak,karena kakek sudah tau.” Anisa menjadi penasaran apa yang telah diketahui kakek itu. “Maksud kakek..?”. “Kamu anak yang baik,sifatmu diturunkan dari kedua orangtuamu.Kalau begitu,kakek pergi”. “Tunggu dulu kek,kalau boleh tau nama kakek siapa?” Kini Anisa kelihatan sangat serius dengan pertanyaannya. “Tuan guru Bonang.Assalammu’alaikum” Anisa dan Ainun pun menjawab salam kakek tua itu dan melihatnya pergi.
       
             *     *     *     *     *     *
(Adegan 2)
Pada waktu sholat zuhur,salah seorang santri wati yaitu Siti mengurungkn niatnya untuk sholat Karena melihat Haliza.
 “Hei Haliza,aku ingin bicara.” Tanpa banyak bicara,Sitipun menarik tangan Haliza keluar. “Lepaskan!ada apa?” Haliza kelihatan sangatlah kesal. “Kembalikan buku yang telah kau pinjam itu!!” ekspresi haliza menjadi kaku.
“Buku?..,oh.. buku yang aku pinjam padamu itu ya.Tidak ada,buku itu telah aku bakar.Jadi jangan bertanya padaku lagi!” Haliza mencoba bersikap tenang dan merasa tidak bersalah. “Apa!enteng sekali kamu bicara.Buku itu milikku,jadi kamu tidak berhak membakarnya.Kamu itu hanya meminjam!” Mendengar kata-kata terakhir Siti,Haliza jadi marah. “Milikmu?nyadar dong!buku itu adalah sumbangan dari kedua orangtuaku.Bahkan semua buku-buku di pesantren ini adalah dari orangtuaku.!” Haliza berteriak keras. “Dasar sombong!Aku yakin orangtuamu pasti sangat kualahan menghadapi anak sombong dan pemarah sepertimu.” Siti pun mendorong bahu Haliza.Haliza sangat marah,akhirnya dia melawan dan mereka jadi berkelahi.Tidak lama kemudian Anisa pun datang untuk menghentikan perkelahian antara Siti dan Haliza. “Astagfirullahal’azim,kalian berdua sudahlah!” Akhirnya merekapun berhenti. “Anisa” Siti pun terkejut. “Mengapa kalian bertengkar?Ini adalah waktu sholat zuhur,apa kalian lebih meluangkan waktu untuk berkelahi daripada sholat?”. Nada bicara Anisa masih tetap tenang seperti biasa. “Maafkan kami Anisa,kalau begitu aku sholat dulu.” Tanpa menghiraukan Haliza,Sitipun beranjak sholat. “Sebaiknya kamu juga pergi sholat Haliza,waktu zuhur akan segera habis. Assalammu’alaikum.” Anisa pun pergi meninggalkan Haliza yang kelihatan kesal,dan urakan.
                       
                                   *     *     *     *     *     *
(Adegan 3)
Keesokannya.semua anak-anak pesantren harus bangun sangat awal.
“Umi..” di depan dapur pesantren,Haliza bertemu dengan seorang wanita yang ia panggil dengan sebutan umi.Wanita itupun menoleh kearah panggilan tersbut. “Haliza,ada apa kamu memanggil umi ?” Suara wanita itu begitu lembut dan halus. “Haliza hanya ingin bertanya,umi ada apa kedapur?Biasanya kan disini ada bu Nis yang memasak.” Mendengar kata-kata Haliza wanita yang dipanggil umi itu pun tersenyum “Umi kesini berniat menemui bu Nis.Tetapi bu Nis sedang pergi” Haliza meras kesal,entah apa yang membuatnya seperti itu. “Bagaimana bisa bu Nis tidak ada disini.Sedangkan umi sudah menunggu dari tadi sendiri!!”.Walaupun wajah Haliza menunjukkan ekspresi yang benar-benar kesal,tetapi umi tetap tersenyum. “Sudahlah..umi bisa pergi ke pasar sendiri.”
 Haliza mulai mengerti, mengapa umi ingin menemui bu Nis.Dalam hatinya seraya berkata (“Ini adalah kesempatanku untuk merebut hati umi.”) “Kalau begitu,biarlah Haliza yang pergi umi.Haliza mohon, umi jangan menolak.Haliza tidak ingin umi lelah” . “Apakah nak Haliza sudah yakin,ingin pergi?” Umi bertanya pada Haliza untuk meyakinkan. “Tentu saja umi,haliza kan sayang pada umi.” Lagi-lagi umi tersenyum “Baiklah,kalau begitu Anisa akan menemanimu.Sebentar dulu,umi akan memanggil Anisa”.Umi pun pergi meninggalkan Haliza,Haliza tetap tersenyum walaupun dia sangat tidak suka karena Anisa akan menemaninya kepasar.
                                               *     *     *     *     *     *
(Adegan 4)
Setelah membeli bahan-bahan yang dibutuhkan,mereka pun pulang beranjak ke pesantren.Tiba-tiba Haliza berhenti,ia melihat Anisa dibelakangnya tengah kelelahan membawa semua barang-barang belanjaan terebut.Tetapi Haliza sama sekali tidak memperdulikannya,ia malah senang dan merasa puas.Tidak lama  kemudian,mereka berduapun sampai di depan pintu pesantren.“Berikan semua belanjaan itu padaku!” Tiba-tiba Haliza meminta semua belanjaan yang telah dibawa Anisa itu setelah sampai pesantren. “Tidak apa-apa,biar saya saja yang membawanya.” Tidak memiliki niat apapun Anisa malah tersenyum. “Hei Anisa,aku tau kenapa kamu ingin terus membawanya.Agar umi dan abi menyanjungimu,dan memarahiku kan.!” Anisa terkejut mengapa Haliza berpikiran seperti itu padanya. “Astagfirullahal’azim Haliza mengapa kamu berpikiran seperti itu?Saya tidak ada niat sediitpun untuk melakukan hal seperti itu.”Kini Anisa terus menatap Haliza yang ada didepanya. “Kau ingin tau,kenapa aku selalu membencimu Anisa?.Karena aku iri,aku iri kau memiliki abi dan umi yang begitu menyayangimu.Sedangkan aku dibuang,aku tidak diinginkan lagi dikeluargaku.” Anisa semakin terkejut mendengar apa yang dikatakan Haliza. “Apa yang membuatmu berpikiran seperti itu?kedua orangtuamu sangatlah menyayangimu Haliza,layaknya abi dan umi menyayangimu.” “Kamu tahu apa?kamu tidak tau apa-apa!,yang aku inginkan sekarang abi dan umi lebih menyangiku dibandingkan Kamu Anisa!!” Haliza membentak Anisa. “Sudah,hentikan semua ini!!.
Dari arah belakang,abi dan umi datang bersamaan dan ditemai oleh Ainun dan kakek tua,yaitu tuan guru bonang. “Uumi,aabi.kakek tua itu…” “Benar,kakek ini adalah guru abi dan umi waktu dulu di pesantren sekaligus orang yang telah kamu cac i maki lalu mengusirnya.” Haliza tidak tau harus berbicara apa lagi,ia syok dan terkejut dan kini dia merasa ketakutan. “Abi,umi bukan begitu,Haliza tidak bermaksud..” “Sudah Haliza! Abi dan umi sudah tau semuanya”Abi memotong pembicaraan Haliza. Ainun menuduk melihat Haliza yang kelihatan akan menangis ketika abi memarahinya,dan ia juga merasa bersalah,karena dialah yang menceritakan semua yang terjadi selama ini. “Abi, Haliza minta maaf abi,Haliza salah.” Haliza terus meminta maaf sambil berlutut pada abi. “Bangunlah nak,kamu tidak boleh seperti ini!” Abi sangat tidak tega melihat anak asuhnya seperti itu. “Anisa mohon abi,maafkanlah Haliza,setiap manusia pasti bisa melakukan kesalahan” Melihat anisa yang membela Haliza,tuan guru bonang tersenyum,abi pun meliha tuan guru bonang yang mengangguk.”Baiklah,tapi berjanjilah kamu tidak akan melakukan hal yang bodoh lagi.Dan kamu harus meminta maaf pada semua orang yang telah kamu zalimi.” Haliza pun sangat senang mendengar abi ingin memaafkannya. “Baik abi,Haliza akan berubah,Haliza janji pada abi,umi,Kakek,Anisa,Ainun,dan semua orang terutama pada diri Haliza sendiri kalau Haliza akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.Dan Haliza minta maaf pada semua orang yang telah Haliza sakiti.Terutama kakek dan Anisa.” Semuanya tersenyum karena Haliza masih mau menyadari klesalahannya.Kakek pun mengangguk sambil tersenyum,begitupun dengan Anisa.Lalu merekapun berpelukan…
                                   Happy ending…..                             
                                       

Pengarang : Fitria hanaswari


Pesan Moral:
1. Janganlah menyimpan rasa iri hati terhadap orang lain,karena itu akan              
    merugikan oranglain dan terutama diri sendiri.
2. Hormatilah orang lain,terlebih lagi orang yang lebih tua.
3.Janganlah menjadi pribadi yang pemarah  dan mau menang sendiri.
4.Selalu bisa bersabar dan tidak mudah terpengaruh.
5.Selalu berpikiran positif terhadap orang lain.

Hem hem hem…itu dia tuh…. Cerbung dariku.Okee deh, terimakasih atas kunjungnnya :)